Selasa, 24 November 2015

MENENTUKAN POLA KALIMAT

Dalam menentukan pola kalimat, kita harus mengenal apa itu Subjek, Predikat, dan Objek terlebih dahulu. Subjek adalah pelaku atau orang yang melakukan kegiatan tertentu. Predikat adalah unsur kalimat yang menyatakan kegiatan yang sedang dilakukan. dan Objek adalah sesuatu yang dikenai tindakan oleh subjek. Keterangan menjelaskan bagaimana, dimana atau kapan peristiwa yang dinyatakan dalam kalimat tersebut. Dan pelengkap adalah unsur kalimat yang fungsinya seperti objek.

contoh :

1. Rumahku menghadap ke utara.
    Rumahku (Subjek) menghadap (Predikat) ke utara (keterangan tempat)

2. Gamelan merupakan ciri kesenian tradisional
    Gamelan (Subjek) merupakan (predikat) ciri kesenian tradisional (Objek)
   
3. Keputusan hakim sesuai dengan tuntunan Jaksa
    Keputusan hakim sesuai (Predikat) dengan tuntunan Jaksa (Subjek)

4. Sayur mayur didatangkan dari Bogor
    Sayur mayur (Subjek) di datangkan (Predikat) dari Bogor (Keterangan tempat)

5. Lina, anak pak Hadi, tersenyum manis
    Lina (Subjek) anak pak Hadi (Objek) tersenyum manis (Predikat)

6. Dona memasukan bungkusan itu ke dalam mobil
    Dona (Subjek) memasukan bungkusan itu ke dalam (Predikat) mobil (Objek)

7. Pengusaha mengajak buruhnya menyelesaikan masalah secara damai
    Pengusaha (Subjek) mengajak (Predikat) buruhnya (Objek) menyelesaikan masalah secara damai (pelengkap)

8. Negara kita berlandaskan hukum
    Negara kita (Subjek) berlandaskan (Predikat) hukum (pelengkap)

9. Korea utara mematuhi seruan PBB
    Korea utara (Subjek) mematuhi seruan (Predikat) PBB (Objek)

10. Para petani menanami sawahnya dengan palawija dalam musim ini
      Para petani (Subjek) menanami sawahnya (Predikat) dengan palawija (Objek) dalam musim ini (Ket waktu)

11. Mahasiswa mengirimi Jaksa Agung ayam betina
      Mahasiswa (Subjek) mengirimi Jaksa Agung (Predikat) ayam betina (Objek)

12. Mahasiswa hukum itu berdebat bagaikan pengacara
      Mahasiswa hukum (Subjek) itu berdebat (Predikat) bagaikan pengacara (pelengkap)

MEMBUAT KALIMAT EFEKTIF

Kalimat efektif adalah sebuah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa, penulisan, dan tanda baca sehingga mudah untuk dipahami oleh pembaca atau pendengar. Sebuah kalimat efektif memiliki beberapa syarat yaitu : 

1. mudah dipahami oleh pembaca
2. tidak menimbulkan kesalahan dalam menyampaikan maksud dari penulis
3. menyampaikan pemikiran penulis dengan tepat dan benar
4. sistematis

Memperbaiki Kalimat berikut menjadi kalimat efektif

1. Jembatan layang itu belum selesai seperti yang sudah direncanakan disebabkan karena dananya belum dapat dicairkan semua.

kalimat efektifnya :
Jembatan layangyang sudah direncanakan itu belum selesai, dikarena belum dapat dicairkannya semua dana.
pola kalimat: S P O K

2. Agar supaya Anda memperoleh nilai ujian yang memuaskan, Anda harus belajar dengan sebaik-baiknya.

kalimat efektifnya :
Jika Anda ingin memperoleh nilai ujian yang memuaskan, maka Anda harus belajar dengan sebaik-baiknya.
pola kalimat: S P O K

3, Sebelum Anda mengerjakan tes ini, sebaiknya berdoa dahulu agar diberi petunjuk oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

kalimat efektifnya : 
Sebelum mengerjakan tes ini, sebaiknya berdoa terlebih dahulu agar Anda diberikan petunjuk oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
pola kalimat: S P O K

4. Di dalam karya tulis ini mengemukakan tentang bank yang mempunyai andil di dalam masyarakat.

kalimat efektifnya : 
Dalam karya tulis ini, dikemukakan tentang bank yang mempunyai andil dalam masyarakat.
pola kalimat: S P O

5. Karena data-data itu belum diproses atau masih merupakan data mentah, jangan diberikan kepada siapapun, termasuk wartawan.

kalimat efektifnya : 
Karena data itu belum diproses dan masih berbentuk data mentah, maka jangan diberikan kepada siapa pun termasuk wartawan.
pola kalimat: S P O

PARAGRAF DEDUKTIF


Mengubah paragraf induktif menjadi deduktif


Bahasa Muna belum tentu dapat dipakai dengan baik oleh seorang turunan Inggris yang lahir di Raha (Muna) yang hidup dari kecil, dewasa, sampai tua di tempat itu. Hal ini sangat berbeda dengan bahasa Buton dan bahasa-bahasa lain di Makasar. Bahasa-bahasa yang disebut terakhir ini dapat dipahami dengan mudah oleh pendatang dari daerah lain serta dapat mereka pergunakan dengan baik dalam bahasa sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa Muna agak sukar dipelajari oleh penutur asing.

Paragraf deduktif :

Bahasa Muna agak sukar dipelajari oleh penutur asing. Bahasa Muna belum tentu dapat dipakai dengan baik oleh seorang turunan Inggris yang lahir di Raha (Muna) yang hidup dari kecil, dewasa, sampai tua di tempat itu. Hal ini sangat berbeda dengan bahasa Buton dan bahasa-bahasa lain di Makasar. Bahasa-bahasa yang disebut terakhir ini dapat dipahami dengan mudah oleh pendatang dari daerah lain serta dapat mereka pergunakan dengan baik dalam bahasa sehari-hari.

MENENTUKAN PIKIRAN UTAMA DAN PIKIRAN PENJELAS

          Manusia lahir dari suatu masyarakat yang mempunyai sejarah dan tradisi. Ia merupakan individu yang mau tidak mau harus mewarisi separangkat nilai-nilai tradisional. Namun kemudian dalam proses kedewasaan ia akan menghadapi suatu kenyataan yang selalu berubah-ubah. Suatu realitas kehidupan yang menyuguhkan tantangan baru yang berbeda baik skala ataupun dimensinya. Disinilah individu tersebut melihat adanya nilai-nilai yang kurang serasi atau kurang mampu menghadapi tantangan baru tersebut.

Pikiran Utama : Manusia lahir dari suatu masyarakat yang mempunyai sejarah dan tradisi.

Pikiran Penjelas :

a. Ia merupakan individu yang mau tidak mau harus mewarisi seperangkat nilai-nilai tradisional
b. Namun kemudian dalam proses kedewasaan ia aka nmenghadapi suatu kenyataan yang selalu berubah-ubah
c. Disinilah individu tersebut melihat adanya nilai-nilai yang kurang serasi atau kurang mampu menghadapi tantangan baru tersebut

Penggunaan EYD yang salah dan pembenarannya